Senin, 22 Juni 2009

Kontribusi Yang Kecil

Kontribusi yang kecil
Tiga diantara sepuluh orang di indonesia yang berpikir untuk menjalankan roda pemerintahan, ekonomi dan lain sebagainya hanya dari kursi tersembunyi yang letaknya di belakang sang "pelaku". watak yang sebenarnya, ya itulah yang saya maksud. Tidak perlu repot-repot turun tangan hingga belepotan untuk melakukan semua pekerjaan itu. seperti seorang plan manager dan mangernya. "biar si "presiden" saja yang melakukannya, saya hanya perlu berpikir dan merencanakan. toh..untuk apa saya menyumbang jika apa yang saya mau tidak saya dapatkan."
watak dibalik tokoh, Saya menyebutnya kontribusi yang besar perencana yang sebenarnya. hingga tercapainya keingingan. tidak terpublikasi tapi dihormati di kalangan tertentu. cerdas!

tapi bagaimana dengan sebuah kontribusi yang kecil, saya jadi teringat akan sebuah kisah yang pernah saya dengar, kira- kira begini...pada upacara penyambutan presiden china dibuatlah sebuah pesta yang sangat meriah. Tarian, marching Band, arak-arakan dan sebagainya termasuk pigura yang bergambar wajah sang presiden. berlatihlah mereka selama berbulan-bulan(maaf saya tidak tahu tepatnya berapa) segala persiapan pun sukses dan siap untuk ditampilkan. Pada hari H segalanya berjalan sesuai rencana, presiden china tersebut sangat senang dengan penyambutan namun ternyata beberapa menit kemudian wajah sang presiden berubah menunjukan ekspresi yang "tidak baik" pigura yang bergambar wajahnya kehilangan satu gigi(gigi paling depan).

Tahu apa sebabnya? hanya karena salah seorang dari pemegang pigura itu merasa minder dengan amanah yang diberikan, " saya cuma pemegang pigura yang tidak diketahui wajahnya, siapa yang akan memuji jika tugasku hanya memegang gigi yang digunakan untuk menggigit kol"(maaf jika terlalu berlebihan). pigura bergambar wajah sang pemimpin yang seharusnya menjadi indah sudah tidak terlalu indah hanya karena kesalahan satu orang saja dan tentu saja sia-sialah latihan berbulan-bulan itu. Sebenarnya pekerjaan sekecil apapun sangatlah berpengaruh ke hal-hal yang lain, betapapun itu. seperti uang seratus ribu namun kurang Rp.25,-. maka kita belum akan menyebutnya seratus ribu rupiah. bayangkan jika tidak ada Petugas Umum(PU), bayangkan jika tidak ada Office Boy(OB), bayangkan jika tidak ada, bayangkan jika tidak ada pembantu, bayangkan dan bayangkan...

sepele namun berdampak sangat besar persis dengan Rp.25- itu tadi. tulisan ini untuk saudara dan saudariku yang kusayangi karena Allah yang masih memelihara perasaan "minder" tsb dimanapun kalian berada. walau kita hanya ditugaskan menjadi sie. konsumsi atau sie transportasi dalam sebuah kegiatan, ingatlah!kata kuncinya adalah "kontribusi" walau sekecil apapun amal kita (sekecil buah zarah) Allah akan mencatat perbuatan baik itu. insya Allah bertambahlah timbangan kebaikan kita jika dilakukan dengan ikhlas. dan janji Allah itu pasti.